KERAJINAN GENTENG UKIR

Genteng Ukir Jepara, atau sering disebut sebagai Genteng Mayongan, adalah kerajinan khas dari Kabupaten Jepara yang menggabungkan seni ukir tradisional dengan media tanah liat. Produk ini sangat populer sebagai elemen arsitektur estetis untuk rumah adat Joglo, gazebo, hingga hotel bergaya klasik

Pusat Kerajinan dan Produksi

Pusat utama kerajinan ini berada di Kecamatan Mayong, khususnya di Desa Mayong Kidul dan Mayong Lor. 

  • Desa Mayong Kidul: Dikenal sebagai sentra industri genteng ukir dengan berbagai model ikonik.
  • Desa Mayong Lor: Berfokus pada seni kerajinan keramik tradisional, gerabah, dan hiasan wuwung. 

Karakteristik & Keunikan

Ornamen Payet: Ciri khas utama genteng ini adalah hiasan bintik-bintik putih yang menyerupai payet pada busana, yang sebenarnya terbuat dari pecahan keramik (beling).

Wuwungan Jepara: Bagian genteng yang paling banyak diukir adalah wuwungan (penutup bubungan atap). Bentuknya sering kali menyerupai topi pada wayang orang.

Material: Terbuat dari tanah liat berkualitas tinggi yang dicetak atau dipahat secara manual sebelum melalui proses pembakaran.

Motif Populer

Perajin di Mayong menghasilkan berbagai jenis motif yang diambil dari tokoh pewayangan atau simbol tradisional, seperti:

Genteng Makuta: Memiliki bentuk yang menyerupai mahkota raja.

Genteng Gatotkaca: Terinspirasi dari tokoh ksatria Gatotkaca.

Genteng Krepyak: Desain yang lebih sederhana namun tetap memiliki sentuhan etnik.

Wuwung Hias: Berfungsi menutup bagian paling atas atap untuk menahan debu dan air, sekaligus menambah daya tarik visual bangunan.